
By
PPA Corporate Communication
Date
11 Aug 2023, 10:17

Jakarta, 29 July 2023 — PT Putra Perkasa Abadi (PPA) appeared as a speaker at the UPNVY Business Forum in the Exhibition hall of the Smesco Building, Jakarta on Saturday (29/07/2023). The event was part of the Reuni Gede 2023 series held by Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta since Sunday (23/07/2023). It aimed to drive national economic progress through collaboration between UPN Veteran alumni, government and business practitioners in Indonesia.
Also present were the Speaker of the Indonesian People's Consultative Assembly Bambang Soesatyo and the Minister of Cooperatives and SMEs Teten Masduki as keynote speakers, along with speakers including Sunindyo Suryo Herdadi, Director of Mineral and Coal Engineering and Environment; Tri Winarno, Director of Mineral and Coal Programme Development; R Teguh Saptosubroto, HCGA Director of PPA; Mukti Sardjono, Executive Director of the Indonesian Palm Oil Association (GAPKI); the Chairman of the Indonesian Wood Panel Association (APKINDO); Leonard Mangunjaya Manurung, President Director of PT Borneo Alumina Indonesia; Ilman Wibisana, CEO of PT Juke Solusi Teknologi; Agus Efendi, Cooperatives Director of PT Darma Henwa, Tbk.; Eri Triharso, President Director of PT Indofert Subur Utama; Edi Karyanto, SVP Upstream & Portfolio Co-Business at Pertamina; and Afar Azulbaid Mbai, General Manager Operation at RH Petrogas Limited.
"Melalui penyelenggaraan Forum Bisnis ini, kami melihat semangat luar biasa dari para alumni UPN Veteran untuk terus mempertahankan dan melaksanakan bela negara, khususnya dari sisi ketahanan ekonomi," said Bambang Soesatyo, Speaker of the People's Consultative Assembly, in his opening remarks.
Besides discussing the mining outlook in Indonesia, Sunindyo Suryo Herdadi underlined how important the mining sector's role is in advancing and strengthening Indonesia's economy.
Sunindyo said the number of Mining Services Business Licence (IUJP) holders has risen since Law Number 3 of 2020 came into force, and is projected to keep rising. "Data Ditjen Minerba pada tahun 2022 mencatat 1.748 pemegang IUJP yang menyerap sekitar 300.000 tenaga kerja lokal dan nasional, dengan investasi mencapai Rp82 triliun dan penerimaan negara dari sektor jasa pertambangan sebesar Rp26,46 triliun," he said.
"Sub sektor pertambangan minerba memiliki kontribusi signifikan terhadap APBN dalam bentuk PNBP…. Selain itu, pertambangan minerba juga merupakan salah satu dari bidang strategis dalam rangka transformasi ekonomi Indonesia di masa mendatang," Sunindyo continued.
On that basis, Sunindyo also invited investors to keep contributing to the growth of the mineral and coal mining business.
"Pemerintah mengajak seluruh investor dan pihak terkait untuk menyuburkan investasi di sub sector pertambangan minerba dengan tetap menjalankan kewajiban yang berlaku di Indonesia serta aspek administratif yang sudah diatur, termasuk penerapan Good Mining Practice & ESG, sehingga industri pertambangan dapat mendukung upaya pembangunan berkelanjutan," Sunindyo added, closing his presentation.
In the Business Talk session on Mining Business Outlooks, R Teguh Sapto Subroto, HCGA Director of PPA, said PPA is committed to supporting and taking part in collaborations with players in education, business and government to build a national economy that is ever more resilient and globally competitive. In his presentation, Teguh echoed Sunindyo's point that the mining industry's role and mining companies' ESG commitments matter equally.

"Perusahaan jasa pertambangan dapat membantu perusahaan pertambangan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta mengurangi biaya produksi. Perusahaan jasa pertambangan juga dapat membantu perusahaan pertambangan untuk memenuhi persyaratan peraturan pemerintah," said Teguh, after setting out the realities the mining industry currently faces in Indonesia.
"PPA sebagai perusahaan kontraktor pertambangan Indonesia memiliki peran penting dalam membangun ekonomi nasional melalui program-program bisnis dan komitmennya di sector ESG. Kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat dan sector lainnya sangat penting untuk mencapai tujuan perekonomian nasional yang kuat dan berkelanjutan. Selain itu upaya untuk mengelola dampak lingkungan dan sosial dari kegiatan pertambangan harus ditingkatkan agar keberlanjutan perekonomian Indonesia dapat dijamin dalam jangka panjang," concluded Teguh, an alumnus of UPNVY's Geological Engineering programme, class of 1991.
The UPNVY Business Forum is one form of collaboration between UPN Veteran alumni, government and business practitioners in Indonesia to drive national economic progress. The event is intended as a platform for sharing information and experience and for strengthening cooperation between stakeholders to build a stronger and more resilient Indonesian economy.
